Dampak Taruhan Judi Sabung Ayam Bagi Ekonomi Indonesia

Bagaimana Pengaruh dan Dampak Taruhan Judi Sabung Ayam Bagi Ekonomi Indonesia Moralitas Budaya, Dan Kestabilan Daerah Yang Menyelenggarakan Sabung Ayam.

Akhir-Akhir terakhir ini Sabung Ayam ( massaung) makin marak dan ramai. Lokasi arenanya pun bergilir di daerah Toraja Utara secara berkesinambungan tanpa putus.

Agen Sabung Ayam – Masyarakat khususnya para penghobby sabung ayam sepertinya dimanjakan dengan kegiatan sabung ayam sehingga mereka tdk bosan-bosannya terus memburu dimanapun tempatnya. Akan Tetapi Saat Ini Anda Bisa Bermain Sabung Ayam Secara Online di Agen Sabung Ayam

Sepertinya judi sabung ayam sudah dilegalkan karena mereka tdk pernah diusik oleh pihak-pihak yang lain. Sabung ayam (massaung) sudah mendarah daging di Toraja khususnya bagi kalangan yang suka dgn judi, tanpa pandang bulu, dari orang tua, perempuan, anak muda hingga anak-anak. Sabung ayam sudah merupakan kegiatan yang luar biasa dampak pengaruhnya di Toraja baik secara ekonomi agama dan stabilitas daerah.

Sabung Ayam – Dari segi ekonomi sabung ayam memiliki dampak positif, betapa tidak di arena judi sabung ayam uang yang berputar ratusan hingga milyaran rupiah. Seekor ayam saja yg diadu taruhannya hingga mencapai puluhan juta rupiah, hingga mencapai 50 juta. Belum termasuk yang diluar arena yaitu para penonton yang taruhan secara instan, berkisar dari 20 ribu hingga 500 ribu rupiah.

Di lokasi sabung ayam jg ada banyak kegiatan ekonomi seperti berjualan, segala macam kebutuhan sehari hari pun byk yg dijajakan disini. Bak pasar dadakan para penjual seperti makanan ringan hingga warung2 makanan pun tersedia, penjual ikan basah tak ketinggalan. Seorang penjual rokok, piong dan kopi instant yg pernah saya tanya mengatakan dia biasa mendapat keuntungan hingga 500 ribu rph perhari, sebuah penghasilan yg besar.

Judi Sabung Ayam sudah menjadi konsumsi yang nikmat di kalangan masyarakat Toraja khususnya di Toraja Utara. Dari segi keamanan dan stabilitas daerah, kondisi keamanan dibutuhkan menjelang Pilkada Toraja Utara yg akan berlangsung di bulan Nopember. Belajar dari, para pelaku demonstrasi yang melakukan pengrusakan adalah sebagian besar mereka adalah para pengangguran dan orang2 yg tidak memiliki kegiatan. Ini harus dicarikan solusi pengalihan perhatian untuk meminimalis munculnya gangguan keamanan.

Kegiatan sabung ayam bisa menjadi salah satu sarana untuk mengalihkan situasi dan kondisi yang begitu rentan akan keamanan. Mungkin inilah salah satu alasan pihak keamanan dan pemda membiarkan sabung ayam terus berlanjut. Di Toraja orang lebih memilih pergi ke tmpat sabung ayam dibanding ikut kampanye atau tempat keramaian lainnya.

Disisi Moralitas, apakah ini dibenarkan?. Tidak ada satu pun agama yang membolehkan dan mengijinkan kegiatan yang bersifat judi, termasuk sabung ayam. Tak henti hentinya pihak gereja dan para pemuka agama untuk menghimbau masyarakat agar menjauhi judi, meninggalkan sabung ayam namun sepertinya tak digubris, judi apapun merusak moral dan bertentangan dgn ajaran agama.

Melihat sisi dan korelasinya diatas apakah dgn alasan ekonomi kita harus melegalkan arena sabung ayam?, apakah dengan alasan stabilitas daerah kita, lalu membiarkannya dengan dalih pengalihan perhatian, dan melupakan moral dan ajaran agama?. Tidak adakah solusi yang lain..

Tapi yang penting tergantung dari diri pribadi masing2, dari segimana kita memandangnya.. Semoga nurani dan hati kita bisa menempatkan moral dan pikiran jernih bahwa menjaga keamanan bisa membuat ekonomi berjalan dengan baik.

Sikap menurut Rensis Likerzwart dan Charkes Osgoog (dalam Azwar,1998) diartikan sebagai suatu bentuk atau reaksi perasaan. Sikap seseorang terhadap suatu objek merupakan perasaan untuk mendukung atau memihak serta perasaan yang tidak mendukung ata memihak. Secara sederhana sikap diartikan seabagai respon terhadap stimulasi sosial yang telah terkondisikan (Azwar,1998).

Dapat digambarkan bahwa sikap hidup masyarakat desa cenderung memiliki perasaa mendukung atau memihak terhap kehidupan dan lingkungan hidupnya. Menurut koentjoroningrat (1985) mentalitas dari masyarakat desa atau petani mempunyai presepsi waktu yang terbatas. Irama waktu yang ditentukan oleh cara-cara ada istiadat untuk memperhitungkan tahap-tahap aktivitas. Begitu juga kehidupan para remaja di desa wajak yang lingkungan hidupnya berada pada lingkaran sabung ayam. Dimana banyak sekali para remaja yang tidak melanjutkan ke jenjang SMP maupun SMA.

Mereka lebih berkeinginan bekerja dan menganggur, menghabiskan seluruh waktu hanya bersantai dan terlibat dalam kegiatan sabung ayam. Inilah pengaruh yang disebabkan dari kegiatan sabung ayam, yang telah nyata mempengaruhi sikap dan pola pikir para remajanya. Dimana pola ikir remajanya cenderung tertinggal dibandingkan daerah lainnya. Sikap yang lebih memilih lingkungan sekitar dan ketertarikannya terhadap tanah kelahiran atapun komunitas lokal, menganggap penting ikatan kekeluargaan atau kekerabatan dan keluarga dijadikannya sebagai tumpuhan hidup tanpa pemikiran untuk maju.

Kebiasaan para remaja yang cenderung bergelut dengan lingkungan sekitar tanpa sadar memberikan dampak negatif telah mengubah pola pikir para remaja tersebut. Pengangguran merupakan hal yang biasa disandang oleh para remaja, mereka beranggapak bahwa dari sabung ayam itulah bisa menghasilkan uang secara instan, apabila mereka menang dalam pertandingan. Menurut Friedman (dalam Redfield, 1982) bahwa hidup yang baik tau apa yang dikatakan baik adalah merupakan nilai yang diperoleh dari suatu lingkungan masyarakat. Dan di desa wajak sendiri nyatanya lingkunganlah yang telah mendidik para remaja dengan hal- hal yang negatif, bukan tak mungkin lagi bila tindak kriminal seperti pencurian dan perampokan yang terjadi sebagian besar yang dilakukan oleh para remaja dampaknya dari lngkungan sekitar yang selalu dan setia hari memberikan nilai-nilai serta moral yang negatif.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published.